ROFINGI.com — Kemampuan seseorang dalam hal apapun tidak semata-mata datang dengan sendirinya. Hal itu akan sulit untuk dilakukan jika tidak ada kemauan dan kerja keras.
Salah satu bentuk kemampuan yang sangat di hormati keberadaannya adalah kemampuan mengolah data dan informasi menjadi hal lain.
Dimasa yang serba teknologi ini, sering terdengar dengan para pelaku yang memasuki dan menerobos paksa untuk masuk dalam sistem yang bersifat pribadi. Para penyebar berita sering menyebutnya dengan istilah hacker.
Siapa sebenarnya hacker itu? dan apakah hanya perorangan atau kelompok besar? Lalu bagaimana dengan sebutan lain seperti cracker. Bukankah cracker juga termasuk pelaku dalam penerobosan informasi pribadi? Mari kita telusuri lebih lanjut.
Pengertian Antara Hacker Dan Juga Cracker
Pertanyaannya adalah bagaimana mereka mendapatkan informasi mengenai cara memdeteksi kelemahan pada jaringan? Seperti halnya para pembuat game, tidak ada satu sekolah/kampus-pun yang mengajarkan untuk membuat game dan melakukan perbuatan menerobos sistem pada komputer. Mereka justru mencari dan belajar secara otodidak.
Situs yang sering digunakan sebagai pencarian informasi bukan lagi surving google. Namun, mereka sudah menggunakan situs deep web atau dark web dimana 98% informasi yang ada di internet berada di dalam situs tersebut. Yap, 98% informasi berada pada deep web. Kebayang kali ya seberapa banyaknya yang padahal kita sudah menganggap google sudah memiliki banyak informasi 😀
Tingkatan Pada Seoarang Hacker
Tingkatan pada hacker ini sering menjadi perbincangan lantaran mereka merasa ingin selalu menjadi yang terbaik meskipun kemampuannya masih jauh dibawah rata-rata.
-
Lammer/Wanna Be Hacker : Salah satu ciri-ciri orang yang memiliki kemauan dan keahlian menjadi ahli dalam dunia hacking. Mereka adalah tingkatan pertama dalam hirarki dan masih dalam proses belajar.
-
Script Kiddie : Script kiddie memiliki kemampuan dalam menakuti pengguna internet dengan trojan mereka. hacker jenis ini cenderung tidak memiliki keahlian dalam dunia hacking secara sungguh-sungguh. Bahkan terkadang mereka hanya mengandalkan hacker lain untuk mengerjakan sesuatu yang tidak bisa ia lakukan.
-
Developed Kiddie : Mereka yang masih dalam hirarki ini adalah mereka yang masih mencari informasi berupa metode atau cara hacking. Serta mulai berhasil dalam analisinya tersebut. Namun, mereka masih belum benar-benar tau kelemahan sistem komputer.
-
Semi Ellite : Golongan ini sudah memiliki kemampuan dalam hal hacking yang luas dan sudah memiliki kemampuan dalam mencari kelemahan sistem komputer serta dapat memodifikasi program.
-
Elite : Keahlian yang sudah tidak diragukan lagi. Biasanya golongan ini memiliki dasar dari pemrograman atau coding. Seperti hal nya para hacker, golongan ini benar-benar memiliki kemampuan menganalisis tanpa merusaknya dari kelemahan jaringan itu sendiri.
Sedikit tambahan bahwa perbedaan hacker dan cracker yang paling terlihat yaitu dari pemanfaatan keahlian mereka masing-masing. Hacker memang melakukan aktivitas ilegal seperti menerobos jaringan komputer. Namun mereka melakukan hal tersebut sekaligus berusaha memperbaiki sistem yang lemah. Jika kita perhatikan, para hacker sangat dibutuhkan dalam urusan situs pemerintahan dan keamanan sistem.
Maka tidak salah banyak dari mereka masuk dalam pemerintahan dan menjalankan keamanan bersama. Sedangkan untuk Cracker sendiri, mereka memang memiliki keahlian yang tidak jauh berbeda dari hacker. Namun, mereka lebih memanfaatkannya untuk kejahatan dunia maya.
Demikian ulasan singkat tentan definisi dan perbedan antara hacker dan cracker yang perlu kita pahami… semoga menambah wawasan kita ya. Kalau ada yang mau menambah atau koreksi silahkan gunakan form komentar dibawah 💡 🙂




